Home » , , » Begini Kronologi Begal di Magetan

Begini Kronologi Begal di Magetan

Written By KLIK MADIUN on Rabu, 08 Juni 2016 | 23.30




KlikMadiun – Bari, korban begal yang terjadi di Magetan, merasa beruntung bisa lolos dari maut, saat dikeroyok oleh tiga orang yang menyewa mobil yang dikemudikannya.

Bari menuturkan, mengemudikan tiga orang yang mengaku pekerja tambang batu bara di Balikpapan Kalimantan Timur, tidak terjadi hal-hal yang mencurigakan mulai dari Solo hingga Tawangmangu.

Selepas dari Tawangmangu Karangayar Jawa Tengah, salah satu penumpang yang duduk di kursi belakang, mabuk dan meminta mobil berhenti. “Beli minyak angin di daerah Cemoro Kandang. Saat itu curiga, karena ada yang menanyakan apakah mobil ada GPS atau tidak. Ya saya jawab ada,” ujar Bari.

Bari lalu melanjutkan perjalanan ke Telaga Sarangan, begitu penumpangnya sudah baikan. “Sampai di telaga Sarangan, hanya putar-putar saja. Mereka tidak turun dari mobil. Bahkan saya diminta mengantar ke Madiun, katanya mau cari teman wanita untuk kencan,” cerita Bari.

Merasa ada tambahan uang untuk mengantar ke Madiun, Bari pun langsung meluncur. Namun saat melintas ringroad di Kecamatan Sidorejo, ada hal yang terjadi. “Penumpang yang berada di samping saya sopir, seperti orang mabuk berat, tak sadarkan diri. Saya diminta menghentikan mobil, dan diminta ikut menolong yang sakit itu,” ujar Bari yang punya 2 anak di Solo.

Ketika menolong itulah, Bari dipukuli oleh dua orang penumpang lainnya. “Leher saya dijerat menggunakan ikat pingang. Wajah saya dipukuli berkali-kali, saya pun jatuh, dan diinjak-injak. Tetapi saya kalah saat melawan. Saya pingsan,” kata Bari.

Saat siuman ia baru sadar bahwa mobilnya telah dibegal. “Saya minta tolong otang-orang yang lewat, tetapi tidak ada yang mau. Lebaih dari 30 menit, saya minta tolong, akhirnya ada yang datang dan menelpon petugas polisi,” tutur bari.


Kasus ini sedang ditangani oleh Polsek Plaosan dengan Reskrim Polres Magetan, memburu pelaku dengan ciri-ciri yang didapat dari keterangan Bari. “Yang dua orang tingga besar, ramput panjang. Semua logatnya Jawa. ada salah satunya dipanggil ‘Rudi’,” tutur bari. (klik-1)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Sponsor 2

Sponsor 2

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. KLIK MADIUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by AGEE Computer
Proudly powered by google