Home » , , » Masa Sekolah, Menteri Muhadjir Langganan Disetrap Guru

Masa Sekolah, Menteri Muhadjir Langganan Disetrap Guru

Written By KLIK MADIUN on Minggu, 19 Februari 2017 | 15.24



KlikMadiun - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy masih mengingat ‘kenakalan’ masa remajanya. Ketika duduk di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) 6 Tahun pada era70-an -- dulu setingkat Sekolah Menengah Atas – ia sering terlambat datang ke tempat kegiatan belajar mengajar.

“Kalau jam (mengajar)-nya Pak Badri atau Pak Salim (guru) pasti disetrap, berdiri di depan kelas,’’ kenang Mudhajir ketika menghadiri reuni ‘Temu Kangen Konco Lawas PGAN 6 Tahun’ di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Madiun, Jumat, 17 Februari 2017.

Keterlambatan Muhadjir datang ke sekolah karena faktor jarak tempuh dan kendala sarana transportasi. Rumah orang tuanya, yakni almarhum Soeroja – Sri Soebita berada di Dusun Mojorejo, Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Sedangkan sekolahnya berada di Jalan Barito, Kota Madiun yang berjarak sekitar 25 kilometer. Kini, gedung sekolah PGAN 6 Tahun digunakan MTs Negeri Kota Madiun

“Saat kelas 1 dan 2, saya tiap hari kerjanya nyengklak (meloncat ke badan) kereta api dan kalau datang (ke sekolah) pasti terlambat,’’ ujar dia sembari tersenyum.

Kereta api yang ditumpangi melintas dari Caruban (eks-kawedanan yang memiliki wilayah lima kecamatan, salah satunya Kecamatan Wonoasri) menuju Ponorogo melalui Kota Madiun. Jalur kereta api Madiun – Ponorogo telah resmi ditutup sejak 1984.

Karena sering terlambat, Muhadjir  mendapatkan dispensasi dari gurunya. Bukan karena prestasi akademisnya. ‘’Lama-lama mungkin Pak Badri (salah seorang guru) bosan dan akhirnya (saya) tidak disetrap. Khusus untuk saya kalau terlambat tetap diperbolehkan duduk,’’ kata dia.

Lambat laun, Muhadjir muda memutuskan untuk tinggal asrama Pelajar Islam Indonesia (PII) di Gang Puntuk, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman Kota, Madiun. Di sana, ia menempa dirinya dengan sejumlah kegiatan.

‘’Saya merintis buletin dakwah yang setiap Jumat disebarkan ke masjid-masjid. Setiap malam Minggu (Sabtu malam) kami undang tokoh-tokoh untuk diskusi,’’ ujar dia. (klik-4)

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Sponsor 2

Sponsor 2

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. KLIK MADIUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by AGEE Computer
Proudly powered by google