Home » , , » Antisipasi Serangan Hama, Petani Cengkeh Kab Madiun Ikuti Pelatihan

Antisipasi Serangan Hama, Petani Cengkeh Kab Madiun Ikuti Pelatihan

Written By KLIK MADIUN on Senin, 23 April 2018 | 09.08

 
      foto : Para petani cengkeh ikuti sekolah lapang 
KlikMadiun – Mengantisipasi rusaknya tanaman cengkeh milik petani, Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Madiun, mengadakan sekolah lapang ke sejumlah kelompok tani cengkeh. Kegiatan ini bertujuan mengatisipasi rusaknya tanaman cengkeh dan menambah pengetahuan petani cengkeh, yang bisa langsung di praktekan di lahan tanaman cengkeh mereka.

Sedikitnya ada 4 kelompok tani yang mengkuti pelatihan yang digelar di kecamatan Kare,yakni kelompok tani Wonosari, desa Kare Kecamatan Kare , kelompok tani Bade Maju desa Suluh Kecamatan Dagangan , kelompok tani  tani Makmur 4, desa Tileng Kecamatan Dagangan,  serta kelompok tani Beji Makmur desa Dolopo Kecamatan Dolopo. Dalam pelatihan ini nantinya, selain mendapatkan penyuluhan, juga mendapatkan bantuan sarana dan prasarana.

Suwono, selaku pelaksana Sekolah Lapang Bidang Perkebunan dan  Kasi Pengembangan Tanaman Tahunan Bidang Perkebunan dari Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Madiun Mengatakan, bahwa Wilayah Madiun lahan tanaman cengkeh milik petani terbagi menjadi beberapa wilayah, seperti wilayah bagian selatan yang berbatasan dengan Ngebel kabupaten Ponorogo. Pada wilayah ini terindikasi terkenan hama hampir 30 persen.

“ Jadi rata- rata kondisi lahan petani cengkeh hampir terkenan hama yang menyerang tanaman pada pohon atau kayu cengkeh, salah satunya wilayah bagian Barat berada di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, hama ini merupakan Bakteri pembunuh kayu cengkeh, makanya kita terus melakukan pendekatan kepada petani setiap tahunya”.

“Dengan memberikan pelatihan penanganan hama dengan tujuan memperlambat penyebarannya.  Cara yang diterapkan dengan melakukan pengeboran di batang atau kayu, kemudian dimaksukan obat hama yang sudah dicampur air, dengan diameter sekitar 45 derajat, nantinya agar diserap oleh tanaman”, tambah Suwono.

Tingginya harga cengkeh saat ini, berkisar 102 ribu cengkeh kering perkilonya, lanjut Suwono, diharapkan petani cengkeh yang ada di Madiun lebih peduli melilki tanggung jawab pengedalian hama serta merawat tanaman cengkeh mereka. Karena tanaman cengkeh biasanya yang sudah terjangki bakteri tersebut, lambat tahun akan mati, ada yang cepat ada yang lambat, paling cepat sekitar sebulan, paling lama umurnya selama enam tahun.

Dinas Pertanian Dan Perikanan berharap, petani cengkeh dan petani kakao yang berada di Kab Madiun yang memiliki lahan hampir seribu lima ratus enem puluh tujuh ha yang berada di Lereng Wilis khususnya, agar selalu antusias mengkuti pelatihan sekolah lapang, karena ini sebagai pengetahuan mereka untuk penanganan hama.  Untuk menggganti tanaman cengkeh dan kakao yang  mati karena terkena hama, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pertanian Dan Perikanan  Bidang Perkebunan telah memberikan 10 ribu bibit cengkeh dan kakao ke kelompok tani. (klik-4)


Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Sponsor 2

Sponsor 2

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. KLIK MADIUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by AGEE Computer
Proudly powered by google