Home » , , » Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Temukan Hewan Sakit Dan Glonggongan

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Temukan Hewan Sakit Dan Glonggongan

Written By KLIK MADIUN on Rabu, 01 Agustus 2018 | 20.29

KlikMadiun-Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah dan guna mengantisipasi adanya hewan kurban yang tidak layak dikonsumsi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Jawa Timur mulai melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak milik peternak. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah hewan kurban, sapi dan kambing di sejumlah tempat, yang teridikasi mengalami sakit, bahkan ada hewan glonggongan yang didatangkan dari luar kota.

Temuan adanya hewan kurban yang teridikasi sakit oleh petugas dari Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kota Madiun Jawa Timur ini seperti yang terdapat di perternakan di wilayah kelurahan Pilangbangu dan Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo. Namun indikasi sakit tersebut tidak terlalu parah, dan rata rata kondisinya sakit mata dan diare. Dan hal ini menurut petugas akibat kondisi cuaca panas dan kurangnya air minum yang cukup.

“Hari ini ada temuan ya, ada yang sakit pilek dan rata rata ada yang sakit mata namun sudah langsung kita obati. Mumpung masih jauh hari dari pelaksanaan Idul Kurban. Dan ini masih memungkinkan dagingnya nanti bisa untuk daging kurban. Untuk sakit mata ini sudah biasa karena bisa disebabkan akibat debu, cuaca panas, angin dan bisa jadi karena pakan yang tercemar,”kata Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Madiun, Cahyarini Budiarti, saat dikonfirmasi di lokasi peternakan kambing Kelurahan Rejomulyo(1/8/2018).

Lanjut Cahyarini kepada wartawan menjelaskan bahwa pemeriksaan ini guna memastikan hewan yang akan dijual untuk kurban nanti dalam kondisi sehat. “Oleh karena itu, setiap ada temuan kita langsung memberikan injeksi antibiotik dan salep bagi hewan ternak yang terindikasi sakit,”imbuh Cahyarini.

Sementara selain ditemukannnya hewan yang menderita sakit tersebut, petugas juga menemukan adanya hewan kambing yang dalam kondisi kurus yang diduga akibat diglonggong. Atas temuan tersebut, Khoiri, selaku peternak kambing menjelaskan bahwa dua kambing kurus tersebut awalnya didatangkan 3 bulan lalu dari pedagang dari luar kota, yakni dari Lumajang dan Malang. Meski demikian pihaknya tidak akan menjual kambing tersebut untuk dijadikan hewan kurban. Dirinya hanya melakukan pemulihan kondisinya agar sehat kembali dan tidak mati. Dan tentunya akan selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Madiun.

“Ya ini selain milik kita sendiri, namun sebagian ada hasil dari penggemukan yang kemarin tiga bulan lalu mendatangkan dari luar daerah, seperti dari Lumajang dan Malang. Dan setelah dipelihara ada yang pertumbuhannya bagus dan ternyata ada dua ekor yang mengalami problem seperti ini. Namun demikian untuk dua ekor ini tidak kami jual dan masih akan kita lakukan perawatan sampai dalam kondisi baik dan sehat,”kata Khoiri, pemilik peternakan kambing kepada wartawan.

Sementara untuk harga hewan kurban di Kota Madiun sendiri hingga saat ini memasuki Bulan Agustus dijual bervariasi mulai Rp 1,7 Juta untuk jenis Domba dan Rp 2 Juta untuk Kambing Jawa. Sedangkan untuk harga sapi siap kurban dijual berkisar antara Rp 18 Juta hingga Rp 28 Juta.(klik-4)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Sponsor 2

Sponsor 2

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. KLIK MADIUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by AGEE Computer
Proudly powered by google