Isi Curhatan Alviani Kepada Gurunya

    foto :    Rindang  Wahyu Wijayanti  (guru bahasa Inggris) Alfiani  waktu duduk di SMA Negeri  1  Dolopo.
KlikMadiun- Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 meninggalkan duka yang mendalam pada keluarga korban. Ada 189 penumpang pesawat rute Jakarta –Pangkal Pinang. Pesawat Lion Air deketahui hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta  Jakarta (Senin,29/10/2018) pada sekitar pukul 06.33 WIB.

Salah satu korban pesawat Lion Air JT 610 diketahui adalah seorang pramugari asal Madiun, tepatnya dari desa Mojorejo Dusun  Gantrung Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Dia adalah 

Alfiani Hidayataul Solikah, yang merupakan anak tunggal pasangan Slamet dan Kartini.
Dari pengakuan orang-orang dekat Alviana diketahui merupakan anak yang pendiam, baik, pintar, dan cantik.

Almarhum sebelumnya sempat menuliskan curahan hatinya melalui media sosial kepada Rindang  Wahyu Wijayanti  (guru bahasa Inggris)  waktu duduk di SMA Negeri  1  Dolopo.
Percakapan whatsApp dalam bahasa inggris Alviana menuturkan
“ So tired mom. Now I realize that work is not easy...life is not easy  and happy is not easy.....sometime behing smile is sadness”

“Sangat melelahkan ibu...sekarang aku menyadari bekerja bukanlah hal  yang gampang...hidup tidaklah mudah dan gembira...terkadang dibalik senyum adalah duka”
Kemudian Rindang membalasnya “ yeah sometimes we are forced to smile” ( ya terkadang kita dipaksa untuk tersenyum”

Almarhum lalu membalasnya “ Yes mom....actually i need happiness and freedom... I dont like pressure”  ( ya bu..sebenarnya aku ingin bahagia dan bebas...aku tidak suka tertekan)

Alviani tergolong anak yang pintar dalam berbahasa Inggris, karena waktu di masa SMA, almarhum sempat mewakii sekolah dalam berpidato bahasa Inggris.(Klik-1) 




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama