Insiden Anak TK Tenggelam, Direktur Umbul Square Madiun : Ini Musibah

 

FOTO/klikmadiun.com : Lokasi tenggelamnya MAF

KlikMadiun – Tenggelamnya seorang anak TK berusia 5 tahun di kolam renang dewasa Umbul Square Madiun pada 20 Desember 2021 lalu sempat menghebohkan publik. Bertepatan dengan hari dimana Kabupaten Madiun melaksanakan Pilkades serentak, sehingga pada tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari libur bagi sekolah dan beberapa instansi.

 

Masih dalam suasana berkabung atas insiden tenggelamnya MAF, Direktur  Umbul Square Madiun  Afri Handoko menjelaskan detil kronologinya. 

 

“Kemarin itu rombongan datang jam 9 pagi, kemudian dilanjutkan melihat beberapa wahana. Kebetulan MAF bersama ibunya pergi ke waterboom. Qadarullah, tanpa sepengetahuan orang tua, ibu guru pengajar dan petugas, almarhum bergeser ke kolam renang dewasa,”terang Afri kepada jurnalis KlikMadiun pada Rabu (22/12/2021) di ruang kerjanya.

 

Ia juga menambahkan bahwa di beberapa ruas kolam renang dewasa sudah diberi pembatas dan beberapa papan peringatan, namun situasi saat itu  banyak pengunjung.

“Sebenarnya sudah kami beri pembatas, tapi namanya anak-anak,” imbuhnya.

 

Hingga akhirnya MAF ditemukan oleh salah satu pengunjung di kolam renang dewasa, yang diperkirakan saat ditemukan sudah meninggal dunia. Kemudian, almarhum diserahakan ke petugas jaga yang selanjutnya dilakukan semua prosedur penanganan.

 

“Saat ditemukan, perkiraan kami sudah ‘tidak ada’. Tapi prosedur harus tetap dilakukan, kita bawa ke UGD. Lalu kami koordinasi dengan Bapak Kapolsek (Dolopo). Kami mendampingi mulai proses inafis, identifikasi hingga pemakaman,” jelas Afri.

 

“Keluarga almarhum dan pihak sekolah semuanya satu pemahaman, satu pemgertian. Bahwa ini adalah musibah. Kami akan dampingi terus untuk proses asuransinya. Allah memberikan ujian ini untuk kami lebih jeli dan detil dalam hal pencegahan,” ungkapnya.

FOTO/klikmadiun.com : Direktur Umbul Square bersama Kapolsek Dolopo saat dijumpai jurnalis KlikMadiun


 

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolsek Dolopo AKP Muslich Bawani, bahwa kejadian tenggelamnya MAF adalah sebuah insiden.

“Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan unsur penganiayaan terhadap alamarhum. MAF murni tenggelam, jadi tidak ada unsur kekerasan ataupun kesengajaan,”ujarnya saat kunjungan di Umbul Square Madiun.

 

 Muslich juga membenarkan bahwa pihak keluarga menyepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kemudian mengacu pada program Perpol Kapolri tahun 2021 tentang restorative justice , kita kedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Itu semua tergantung pada keluarga. Tapi kami masih memeriksa keterangan dari beberapa saksi sebagai bahan kami untuk mengambil keputusan. Untuk lokasi masih kita laksanakan penutupan dulu, kita pasang police line sampai nanti kita nyatakan sudah selesai,” ungkap Kapolsek Dolopo tersebut.

 

Lebih lanjut, Kapolsek Dolopo menghimbau kepada pihak Umbul Square Madiun agar selalu mematuhi peraturan – peraturan yang telah ditetapkan pemerintah terkait operasional tempat wisata selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), serta mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberlakukan di wahana wisata plat merah tersebut.

 

“Saya hanya menambahkan, utamanya kepada Pak Direktur, kita tetap mematuhi Imendagri no. 66 kaitannya dengan Nataru. Dalam hal ini, wisata diperbolehkan tapi dibatasi, tidak boleh lebih dari 50 persen. Kemudian kita belajar dari kejadian kemarin, kita harus lebih baik lagi. Mana-mana yang kurang, mari kita perbaiki,” pungkasnya.(klik-2)

 

 

 

 

Lebih baru Lebih lama