Batal!! 4.880 Laptop Gagal Didistribusikan ke Murid SD dan SMP di Kota Madiun



KlikMadiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terpaksa membatalkan pendistribusian 4.880 laptop yang seharusnya  menjadi program laptop gratis bagi siswa siswi Sekolah Dasar (SD) kelas 5 dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 8. Pasalnya ribuan laptop yang telah dipesan oleh Pemkot Madiun melalui PT. Pins Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari PT. Telkom tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta.

 

 “Ada satu kendala mengalami kegagalan, masalah pengadaan laptop. Sesuai laporan tim, setelah adanya pemeriksaan bahwa laptop itu tidak sesuai spek di kontrak,”ujar Walikota Madiun, Maidi saat konferensi pers di Halaman Balai Kota Madiun pada Selasa (4/1/2022).

 

Spesifikasi laptop yang tercantum dalam  perjanjian kerjasama sedianya bermerk Axioo Pro G5 i3-6157U,  RAM 8G DDR4, HDD 1 TB, layar 14 inch, windows 10 akan tetapi setelah barang datng tidak sesuai dengan spesifikasi, karena unit laptop tersebut hanya dilengkapi dengan memori DDR3 Yang berarti memiliki spek lebih rendah.

 

“Setelah dicek oleh tim pemeriksa dari Politeknik Negeri Madiun (PNM) ternyata tidak sesuai pesanan. Kami akan menempuh jalur hukum, namun prosesnya akan kami konsultasikan dahulu dengan tim hukum dari Kejaksaan dan Kepolisian. Yang jelas, selanjutnya kita akan membentuk tim penuntut perdata untuk memperkuat Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom). Kita sudah dirugikan karena proses pembagian laptop ke siswa serta program unggulan Walikota jadi terhambat,”papar orang nomor satu di pemerintahan Kota Madiun tersebut.

 

Secara tegas Maidi tidak menerima laptop yang sudah terlanjur datang tersebut dan tidak bersedia untuk mencairkan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk pembayaran ribuan laptop  yang nilainya mencapai 35 milyar rupiah.

 

“Ini yang penting, bahwa uang APBD tidak saya cairkan, tidak saya keluarkann untuk laptop ini. Ini tidak bisa ditawar,” tegas Mantan Sekda Kota Madiun ini.

 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wali murid yang anak – anaknya sebagai calon penerima laptop, bahwasanya piranti penunjang belajar yang diharapkan mampu meningkatkan pembelajaran harus ditunda sampai proses hukum kasus ini selesai.

 

“Saya mohon maaf juga kepada wali murid, laptop gelombang 2 ini ada kendala. Gelombang pertama sudah dibagikan kepada anak-anak di APBD tahun 2020 sebanyak 5.425 laptop. Itu pada waktu masa pandemi, digunakan cukup bagus, semua lancar,”kata Maidi.


“Harapan kita bahwa kota kita ini menjadi kota smart. Semua piranti pembelajaran anak-anak kita cukupi, proses pembelajaraannya, digitalnya juga,” pungkasnya.(klik-2)


#kotamadiun #dinaspendidikan #laptop



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

Lebih baru Lebih lama