Omicron Mulai Mewabah, Kadinkes PPKB Kota Madiun Serukan Perketat Prokes

 


 KlikMadiun - Virus Corona rupanya belum benar-benar meninggalkan bumi pertiwi. Varian baru jenis omicron mulai merajalela dan baru-baru ini masuki wilayah Jawa Timur. Mengetahui pergerakan virus yang bermutasi sangat cepat ini, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PPKB) Kota Madiun, Denik Wuryani menyerukan  kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) utamanya penggunaan masker.


Menurut Denik, penerapan 5M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan merupakan standar Prokes yang diterapkan agar tidak tertular Covid-19 termasuk dari varian omicron.

 "Perlakuannya tetap sama, apapun virusnya, dan mutasinya cara pencegahannya ya protokol kesehatan itu," ujarnya, Senin (3/1/2022).

 

Dinkes PPKB  Kota Madiun secara berkala masih aktif melakukan tracing dan testing khususnya bagi mereka yang kontak erat dengan pasien Covid-19.

 

"Di samping itu kita melakukan testing untuk kasus-kasus dengan flu dan sejenisnya yang memiliki gejala-gejala dengan covid,"imbuh Denik.

 

Perlakuan khusus juga diberikan kepada warga kota Madiun yang usai melaksanakan perjalanan dari luar negeri dengan melakukan skrining yang ketat. Karena sesuai peraturan yang berlaku saat ini, pelaku perjalanan dari luar negeri wajib melakukan karantina di Surabaya terlebih dahulu.

 

 

"Kalau sudah karantina di Surabaya kita tinggal melanjutkan saja. Harus karantina lagi kurang lebih 3 hari lalu dilakukan PCR," lanjutnya.

 

Sampel swab yang diambil dari pelaku perjalanan tersebut akan dikirim ke laboratorium di Surabaya yang selanjutnya akan dilakukan whole genome sequencing untuk mendeteksi adanya omicron di sampel tersebut.

 

"Kalau tidak ada, dia negatif. Maka kita pulangkan," katanya.

 

Dinkes juga akan mengirim sampel swab bagi pasien yang mengalami gejala khas omicron dengan penularan kepada masyarakat yang cepat.

 

"Tapi kalau tidak dari luar negeri dan ada gejala Covid-19. Ya kita tes biasa, kalau positif kita lakukan isolasi," terangnya.

 

Sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan prokes yang ketat akan selalu dilakukan oleh petuga Dinkes PPKB Kota Madiun. Karena Covid-19 masih ada di sekitar kita meskipun kasusnya melandai.

 

"Kota Madiun kasus aktif nya masih ada 1 pasien. Kita tetap sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat dengan cara keliling,”pungkasnya.(klik-2)


#omicron #covid-19 #dinkesppkb #kotamadiun #prokes


Selamat Idul Fitri 1443 H

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama