Kejari Kabupaten Madiun Kena Prank!! Audit Dana Pilkades 2021 oleh Inspektorat Hanya Sampling


Klikmadiun.com - Pemeriksaan keuangan atau Audit penggunaan dana Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Madiun telah usai dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Madiun. Laporan hasil audit juga telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun.

 

Dalam keterangannya, Kajari Nanik Kushartanti yang diwakili oleh Kasie Pidsus Purning  menyatakan bahwa berkas hasil audit atas laporan pertanggungjawaban penggunaan dana Pilkades yang telah dilaksanakan serentak pada tahun 2021 telah diterima pihak Kejari pada 4 Agustus 2022 lalu.

 

Pihak Kejari juga membenarkan bahwa audit dilakukan secara menyeluruh ke 143 Desa.

 

"Laporan sudah diserahkan ke kami (Kejari Madiun, red) pada 4 Agustus 2022. Audit dilakukan ke semua Desa, bukan sampling, " tegas Purning saat diwawancarai jurnalis klikmadiun.com pada 23 September 2022.

 

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa audit Inspektorat Kabupaten Madiun dilakukan setelah Kejari Kabupaten Madiun meminta Inspektorat untuk melakukan audit terhadap Desa-desa yang melaksanakan Pilkades serentak 2021. Permintaan ini dilakukan karena Kejari Kabupaten Madiun menerima laporan dari Pentas Gugat Indonesia (PGI) terkait dugaan korupsi dana Pilkades serentak 2021.

 

Namun belakangan ditemukan fakta yang berbeda dengan keterangan Purning. Beberapa Kepala Desa terpilih beserta perangkat mengaku tidak ada pemeriksaan laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana Pilkades tahun 2021.

 

"Audit apa ya mbak, tidak ada audit sama sekali,”ujar Kades Balerejo,Tri Susilowati melalui sambungan telepon pada Jumat (21/10/2022).

 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa lain antara lain Kades Kedondong dan Kades Krandegan.

 

Pengakuan para Kepala Desa tersebut berbanding terbalik dengan keterangan yang disampaikan oleh Kasie Pidsus Kejari Kabupaten Madiun yang menyatakan bahwa pemeriksaan Inspektorat tidak berupa sampling tapi seluruh Desa. Padahal fakta di lapangan dipastikan pemeriksaan Inspektorat hanya menggunakan sistem sampling atau random.(klik-2)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama