Penerbang Tempur Latihan Survival di Sarangan



KlikMadiun – Para penerbang pesawat tempur bersama teknisi dari Skadron  Udara 3, Skadron Udara 14 dan Skadron Udara 15 Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi Magetan mengikuti latihan survival di Telaga Sarangan, Magetan, Sabtu 25 Februari 2017.

Kegiatan survival dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan mempertahankan hidup bila terjadi kecelakaan pesawat di air. Latihan survival diikuti 38 orang terdiri dari para penerbang dan teknisi pesawat tempur F-16 Fighting Falcon (Skadron Udara 3), F-5 Tiger (Skadron Udara 14) dan T-50 Golden Eagle (Skadron Udara 15) Lanud Iswahjudi.

Latihan survival tersebut diskenariokan para penerbang berusaha menyelamatkan diri, ketika pesawat yang mereka terbangkan mengalami kecelakaan di laut saat melakukan misi operasi udara. Namun di lokasi terjadinya kecelakaan tersebut bukanlah tempat yang aman, karena keberadaan mereka dalam intaian musuh. Sehingga mereka berusaha menyelamatkan diri dan bertahan hidup sambil menunggu pertolongan.

Pada siang hari, mereka menyulut geranat asap sebagai penanda lokasi keberadaan mereka. Asapnya membubung tinggi untuk bisa terlihat dari jarak jauh. Sedangkan pada malam hari, penerbang menembakkan flare menggunakan pistol flare. Sehigga keberadaan lokasi diharapkan bisa terlihat dari pantai.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Andyawana Martono Putro menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan latihan survival dasar yang akan dilanjutkan dengan latihan survival lanjutan. “Ini merupakan satu agenda di Lanud Iswahjudi untuk melatih awak pesawat maupun pendukung awak pesawat. Bila misalnya saat melaksanakan misi operasi udara terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka bisa mempertahankan hidup di air dan darat,” jelas Andyawan seusai memimpin upacara penutupan latihan survival.

Latihan survival lanjutan yang dimaksudkan Komandan Lanud Andyawan adalah latihan survival tempur di Makasar yang akan diikuti oleh 50 orang. “Setelah latihan survival ini, akan dilanjutkan latihan survival tempur di Makassar yang akan diikuti oleh 50 orang. Selain para penerbang, juga akan didukung dari prajurit Paskas,” kata Andyawan.

Kegiatan latihan survival di Telaga Sarangan tersebut merupakan rangkaian kegiatan survival yang dilaksanakan selama tiga hari. Pada hari sebelumnya para peserta menjalani latihan survival darat, menembus hutan lereng Gunung Lawu. (klik-5)

Lebih baru Lebih lama