Home » , , » Ratusan Bidang Lahan Tol Ngawi-Kertosono Belum Dibebaskan

Ratusan Bidang Lahan Tol Ngawi-Kertosono Belum Dibebaskan

Written By KLIK MADIUN on Senin, 20 Februari 2017 | 14.58



KlikMadiun – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan inspeksi ke lokasi pembangunan jalan tol di Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Senin, 20 Februari 2017. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan masih ada ratusan bidang tanah yang terdampak proyek belum berhasil dibebaskan.  ‘’Masih ada 310 bidang,’’ kata Basuki.
Lahan yang belum berhasil dibebaskan itu milik warga dan tanah kas desa. Khusus yang dimiliki warga, pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) pembebasan lahan telah menitipkan uang ganti rugi ke pengadilan alias konsinyasi. Hingga kini, warga pemilik 60 dari 310 bidang lahan telah mengambil haknya di pengadilan.
Warga pemilik puluhan bidang tanah itu, Basuki melanjutkan, merupakan warga Kabupaten Madiun dan Ngawi. Adapun pencapaian pembebasan lahan di daerah tersebut telah mencapai 97 persen. Sedangkan, untuk wilayah Kabupaten Nganjuk masih sekitar dua persen.
 ‘’Perlu kerja keras. Setelah tanah dibebaskan proses pembangunan jalan tol bisa dijalankan,’ ujar dia kepada wartawan.
Selain milik warga, Basuki menjelaskan, sebagian lahan berstatus tanah kas desa juga belum berhasil dibebaskan. Pemerintah daerah terdampak proyek jalan telah telah ditembusi untuk proses penerimaan lahan pengganti yang disediakan PPK. ‘’Mudah-mudahan akhir Februari ini bisa selesai,’’ ucap Basuki.
Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya, Iwan Moedyarno, rekanan pelaksana pembangunan jalan tol ruas Ngawi – Kertosono mengatakan bahwa lahan pengganti bagi tanah kas desa telah mendapatkan izin dari pemerintah daerah.
‘’Tanah pengganti dinilai cocok. Kalau untuk (ganti rugi) lahan milik warga masih ada yang antri di pengadilan negeri untuk diambil,” Iwan menjelaskan.
Jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi – Kertosono memiliki panjang 87,02 kilometer. Di wilayah tersebut jalur cepat ini melintasi wilayah Ngawi, Magetan, Madiun, dan Nganjuk. Pemerintah pusat berencana mengoperasionalkan seluruh jalur itu pada 2018. (klik-4)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Sponsor 2

Sponsor 2

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. KLIK MADIUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by AGEE Computer
Proudly powered by google