Didemo Mundur, Rektor UMMAD Justru Berhasil Membawa Kucuran Dana Hingga 3,9 M ke Kampus



Klikmadiun.com – Usai ramai unjuk rasa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) beberapa waktu lalu, pihak kampus melakukan klarifikasi untuk menghindari terjadinya konflik berkelanjutan. Sekaligus mengembalikan citra baik kampus.

 

Dalam kesempatan Bukber (buka bersama) Awak Media di salah satu resto yang ada di jalan Sulawesi, Kota Madiun pada Selasa (29/3/20223), Rektor UMMAD Prof. Dr. Sofyan Anif didampingi PP dan PD Muhammadiyah menyatakan bahwa apa yang telah dilakukan para mahasiswa yang berunjuk rasa tersebut merupakan proses transisi atas perubahan tata kelola kampus dengan menggunakan sistem yang baru.

 

Sofyan yang saat ini juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) memaparkan kondisi UMMAD saat ini. Ia justru tengah memperjuangkan kampus tersebut agar bisa sejajar dengan kampus-kampus swasta lainnya.

 

“Saya ditunjuk oleh pengurus pusat untuk membantu mengembangkan UMMAD, agar segera bisa bersaing dengan universitas swasta lainnya,” jelasnya.

 

Bahkan dirinya mengaku telah berhasil membawa kucuran dana sekitar 3,9 milyar rupiah untuk membenahi fisik kampus, mulai dari pembenahan gedung, membuat sekat sekat untuk ruang dosen dan administrasi, serta membuat perpustakaan dibelakang gedung kampus yang sebelumnya lahan kosong. Pihaknya juga berencana membangun area untuk bersantai dan mengobrol bagi mahasiswa di lahan kosong bagian belakang.

 

“Saya ke UMMAD membawa kucuran dana 3,9 milyar, dana itu saya pinjamkan dari UMS, karena di organisasi Muhamadiyah hal itu sudah biasa, untuk membantu universitas yang kami bina dan itu tidak perlu jaminan, rentang waktu pengembalian maupun batas waktu, semampunya,”paparnya.

 

Ditambahkan Sofyan bahwa dalam waktu dekat ini, ia akan memberangkatkan 12 orang untuk mengambil Prodi Doktor dari 6 jurusan yang ada. Semua akan mendapatkan beasiswa dari Kampus, mulai dari SPP, biaya hidup, kost serta tunjangan buku, ini di lakukan untuk mengejar Akreditasi B, karena dalam 3 tahun kedepan akan ada penilaian akreditasi.

 

“Kami juga akan menyekolahkan dosen kami ke jenjang S3 / Doktor, kerana kalau ingin mencapai akreditasi B Dosen yang bergelar S3 minimal harus 35% dari total dosen yang ada,” tambahnya.

 

Untuk tuntutan pendemo kemarin Sofyan menanggapi, bahwa sistem yang akan diterapkan ini belum sepenuhnya bisa diterima oleh mahasiswa, karena sistem baru ini semua serba online mulai dari pendaftaran, pembayaran spp maupun sistem pembelajaran serta penilaian, tidak bisa di terapkan langsung harus melalui pendekatan.

 

“Akan kita pelajari lagi untuk penerapannya agar bisa diterima oleh semuanya, karena kebanyakan kampus sekarang sudah pada memakai sistem online,”pungkasnya.(klik-2)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama