Kabupaten Madiun, klikmadiun.com - Banyaknya gedung sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Madiun yang rusak menjadi fakta menyedihkan dalam dunia pendidikan. Parahnya beberapa sekolah mengaku telah melakukan pengajuan bantuan perbaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, namun belum mendapatkan jawaban.
Kendala Tertundanya Renovasi SDN Rusak di Kabupaten Madiun
Pada pemberitaan sebelumnya, beberapa Kepala Sekolah yang telah mengajukan bantuan ke Dinas terkait mengungkapkan adanya kendala tentang status tanah tempat berdirinya gedung SDN yang masih menjadi milik Desa. Sebagai contoh adalah kondisi SDN Sumbergandu 02, Kecamatan Pilangkenceng dimana atap ruang guru roboh disebabkan rangka dan kuda-kuda sudah lapuk. Kepala sekolah tersebut sudah berkoordinasi dengan pihak Dispendikbud namun belum mendapatkan kepastian kapan realisasi perbaikan hingga permasalahan ambilalih tanah selesai.
Hal serupa juga terjadi pada SDN Dawuhan di Kecamatan Pilangkenceng, atap salah satu ruang kelas roboh hingga berserakan di lantai. Pihak sekolah menyatakan telah mengajukan untuk renovasi ke Dispendikbud Madiun namun belum mendapat persetujuan.
foto: SDN Dawuhan, Kecamatan Pilangkenceng, MadiunLain cerita dengan SDN Darmorejo 2 di Kecamatan Mejayan, Plt. Kepala Desa Darmorejo secara mandiri melakukan perbaikan pada gedung yang mengalami kerusakan menggunakan dana pribadi.
Selain sekolah yang tertulis di atas, sebenarnya masih banyak deretan potret menyedihkan kondisi Sekolah Dasar Negeri yang rusak di Kabupaten Madiun.
Bermula pada tahun 2022 Dispendikbud Madiun melakukan sosialisasi ke Desa-desa melalui pertemuan di tiap Kecamatan agar pihak Desa menyerahkan aset tanah yang di atasnya berdiri gedung SDN itu kepada Pemkab setempat. Namun permintaan tersebut mendapat penolakan dari banyak Desa. Penolakan itulah berdampak pada penundaan bantuan untuk renovasi gedung SDN.
Kesenjangan Pembangunan di Beberapa Sektor Padahal Anggaran Renovasi Sekolah Mencapai 23 Milyar
Alih-alih segera merenovasi sekolah rusak, Pemkab Madiun justru sedang melakukan beberapa pembangunan di sektor lain dengan nilai fantastis. Antara lain pembangunan kantor Fraksi DPRD Kabupaten Madiun yang nilai proyeknya menyentuh di angka 6.5 milyar rupiah. Selain itu juga melakukan pembangunan pada Kantor Kecamataan Dolopo senilai lebih kurang 800 juta rupiah. Memang ada renovasi untuk salah satu sekolah yakni SMPN 2 Mejayan senilai 3,5 milyar rupiah. Disusul dengan proyek renovasi SMPN 1 Balerejo seharga 678 juta rupiah.
foto: plang proyek renovasi Kantor Camat DolopoPerbaikan sarana pendidikan sudah sepantasnya menjadi prioritas pemerintah. Dimana sektor pendidikan menjadi peran utama dalam pembentukan karakter bangsa sehingga mampu menciptakan SDM berkualitas. Dengan SDM berkualitas menjadi dasar utama pertumbuhan kesejahteraan masyarakat.(klik-2)
Posting Komentar