Dugaan Kasus Bullying SDN 1 Mejayan, Sekolah Tak Serius Tangani

Foto. : SDN 1 Mejayan Kab.Madiun


Madiun Kabupaten.KlikMadiun.com - Kasus kekerasan terhadap anak seakan menjadi penyakit yang kronis, meski kerap mendapat sentuhan dari pemerintah bahkan hingga lingkungan keluarga. Namun, kasus kekerasan bahkan penganiayaan masih sering terjadi.


Diduga siswa Sekolah Dasar (SD) di SDN 1 Mejayan  Kabupaten Madiun sering mengalami kasus bullying atau perundungan bahkan kekerasan fisik. 


Salah satu wali murid SDN 1 Mejayan Marlan Anggrianto mengaku bahwa anaknya yang sekarang kelas 4 sudah 3 kali mengalami perundungan.


"Terakhir hari Kamis (1/10/2026) kemarin mas, waktu di Mushola kaos kakinya digunting. Sebelumnya pas dikantin uang sakunya diminta semua oleh kakak kelasnya", kata Arlan.


Selain yang terjadi pada anaknya, Marlan juga mendapat keluhan dari wali murid anak kelas 1, yang memberitahu bila anak dari wali murid tersebut sempat mendapat perlakuan fisik oleh kakak kelasnya.


"Dari kejadian yang dialami anak saya dan temannya kelas 1, saya sudah melaporkan kepada wali kelas, tapi kayaknya belum ada tanggapan serius dari pihak  sekolah. Katanya mau  disampaikan kepada Kepala sekolah, tapi kenapa kejadian itu masih terulang kembali," ungkapnya.


Marlan berharap, agar sekolah lebih serius terhadap apa yang dialami anak-anak. Dirinya ingin jangan sampai kejadian perundungan  yang dialami siswa SD di  Pemalang yang sampai  meninggal dunia  terjadi di SDN 1 Mejayan.


"Masa harus nunggu ada yang cidera serius atau meninggal dulu baru ditangani?"


Sementara itu Kasek SDN 1 Mejayan Sriatun saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa tidak ada bullying. 


" Sesuai kesepakatan, kalau ada sesuatu yang tidak diinginkan langsung aja ke sekolah. Jangan melalui medsos atau WA, " kata Sriatun


" Kadang anak niatnya bermain,  filternya belum seperti orang dewasa," tambahannya," tambahnya. 


Dalam kasus ini sekolah juga  tidak menjelaskan lebih lanjut apakah pihak sekolah telah melakukan penelusuran atau pemeriksaan terkait laporan yang disampaikan Marlan. Pihak sekolah juga belum membeberkan langkah penanganan terhadap dugaan kejadian yang disebut dialami siswa tersebut. ( Red/As)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama