Ketua SBMR Buka Suara Tentang Larangan Motor Melintas di Jalan Diponegoro

 

foto : Aris Budiono, Ketua SBMR






Klikmadiun.com  -  Uji coba larangan sepeda motor melintas dari arah timur menuju jalan Diponegoro bagian barat menyita perhatian publik. Salah satunya adalah Ketua Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) Aris Budiono.


Menurutnya, kebijakan pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tidak memiliki dasar yang jelas. Harus dilakukan kajian ulang dampak kebijakan tersebut bagi warga Kota Madiun khususnya pengendara motor roda dua.

"Parameternya tidak jelas. Menyalahkan motor (roda dua, red). Padahal yang membuat macet sebenarnya parkir di sisi kanan kiri ruas jalan,"ujar Aris, Kamis (28/12/2023).


Lebih lanjut ia mengatakan bahwa penerapan skema lalu lintas tersebut lebih banyak merugikan pengguna kendaraan roda dua yang mayoritas adalah warga ekonomi menengah ke bawah.


" Kebijakan tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali bagi masyarakat luas, yang ada akan menambah beban biaya BBM karena pengendara harus memutar lebih jauh apalagi untuk anak sekolah. Upah buruh dimadiun sangat rendah dan harga kebutuhan pokok semakin naik ditambah lagi tambahan BBM jika uji coba tersebut akan dillverlakukan selamanya,"lanjutnya.




Walaupun tujuan utama pemerintah setempat yaitu untuk menghidupkan UMKM yang baru saja direlokasi ke jalan Rimba Darma, namun alasan tersebut tidak relevan apabila hanya kendaraan roda dua saja yang dialihkan lalu lintasnya.


"Hanya untuk mengalihkan lalu lintas agar melewati sentra kuliner  di jalan Rimba Darma agar laku, maksudnya mungkin benar tapi tidak harus mengalihkan lalu lintas orang berjualan kalau rasanya enak di manapun tempatnya akan didatangi orang.   Sebagai contoh yg sudah diterapkan yaitu adanya resto bertaraf internasional sehingga arus lalulintas dari pasar besar harus dibelokkan ke jalan Dr Sutomo dan jalan  Seram,"pungkasnya.(klik-2)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama