Kota Madiun, klikmadiun.com - Ribuan pendemo yang tergabung dalam aksi Masyarakat Madiun Menggugat menggeruduk kantor DPRD Kota Madiun di jalan Taman Praja pada Sabtu (30/8) siang. Aksi unjuk rasa ini merupakan rentetan demo masyarakat Indonesia atas ketidakpuasan berbagai kebijakan pemerintah salah satunya kenaikan tunjangan anggota legislatif yang dinilai tidak sebanding dengan kinerja.
Para pendemo berasal dari seluruh lapisan masyarakat yang bersatu padu menyampaikan tuntutan untuk reformasi DPRD daÅ„ Polri. Dengan membentangkan spanduk ‘Bumi Pendekar Melawan’, demonstran mantap melangkah memadati jalan Taman Praja. Mendadak jalanan di depan gedung DPRD menghitam kelam.
Salah satu koordinator unjuk rasa, Haidar mengatakan bahwa tunjangan yang diterima anggota dewan berbanding terbalik dengan upah minimum kota/kabupaten nilainya hanya di angka 2 jutaan rupiah.
“Kota Madiun UMK hanya dua juta sekian. Sedangkan tunjangan DPRD bahkan hingga 50 juta rupiah,”ujarnya.
Dalam momentum tersebut, para pendemo juga menuntut adanya transparansi atas kasus kematian ojol Affan saat insiden unjuk rasa di Jakarta beberapa Hari lalu.
Unjuk rasa juga diwarnai aksi lempar botol minuman hingga menyerbu dengan merusak gerbang kantor DPRD. Saat situasi khan memanas, Ketua DPRD Kota Madiun Armaya berupaya untuk menemui paa pendemo.
“Saya dan teman-teman DPRD Kota Madiun mengapresiasi penyampaian aspirasi dari rekan-rekan,”ucapnya singkat.
Meski telah mendapatkan respon dari Dewan, pengunjuk rasa tetap melancarkan aksi menyerang kantor DPRD hingga petang.(klik-2)
Posting Komentar