Jakarta, klikmadiun.com - Ifat Kurniasih, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Subang, Jawa Barat akhirnya tiba di tanah air pada Sabtu (11/4/2026) sore di Lounge Kementrian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Sebelum dipulangkan, Ifat sempat viral di media sosial karena kisahnya. Ia menderita kanker lidah stadium akhir. Hingga menyebar ke berbagai organ tubuh lain yakni paru-paru bagian kiri dan bagian akhir usus besar atau kanker rektosigmoid.
Kasus ini mulai mendapat perhatian pada 7 April 2026, ketika salah satu rekan Ifat melaporkan kondisinya kepada Komisaris Yayasan Allena Humanity Project, Luo Allena melalui pesan whatsapp. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Ifat tengah berjuang melawan kanker stadium lanjut dan membutuhkan bantuan segera.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Allena segera mengambil langkah dengan menghubungi Ifat melalui vidio call guna memastikan kondisinya. Dengan bantuan relawan, Mbok Cikrak, kemudian melakukan survei langsung ke rumah majikan Ifat pada 8 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Mbok Cikrak menyampaikan maksud baik pihak yayasan yang ingin membantu menyelesaikan kasus ifat.
Sebelum mengangkat kasus tersebut ke media sosial, pihak yayasan di bantu Mbok Cikrak terlebih dahulu meminta izin kepada Ifat dan pihak terkait (majikan) . Izin tersebut diberikan, termasuk saat dilakukan siaran langsung melalui platform TikTok.
“Iya, boleh,” ujar majikan beserta Ifat saat dimintai persetujuan.
Usai berkomunikasi dengan Ifat dan majikan, terungkap bahwa Ifat sempat berhutang kepada majikan hingga jumlahnya mencapai sekitar 160 ribu dolar Taiwan atau setara lebih kurang 80 juta rupiah. Permasalahan ini juga tidak luput dari perhatian Yayasan Allena HP sehingga berinisiasi untuk membuka donasi guna menyelesaikan permasalahan utang PMI asal Subang tersebut.
Dalam proses pendampingan ini, Yayasan Allena Humanity Project juga membuka donasi untuk membantu meringankan beban utang Ifat kepada majikan.
Hingga Minggu, 12 April 2026, dana yang terkumpul melalui rekening yayasan dengan nomer rekening 2167-01-000781-56-1 atas nama Yayasan Allena Humanity Project mencapai Rp25.018.000. Selain itu, donasi dalam bentuk dolar Taiwan sebesar NTD 31.000 atau setara Rp16.430.000 turut berhasil dihimpun dan langsung masuk ke rekening majikan termasuk dari LazisNU Taipe.
Luo Allena dalam wawancaranya menyampaikan bahwa penggalangan donasi akan ditutup pada Jumat, 17 April 2026. Selanjutnya, pada Sabtu, 18 April 2026, Komisaris Yayasan, Luo Allena, dijadwalkan menyerahkan langsung dana tersebut kepada pihak majikan secara live.
"Donasi akan kami tutup sampai Jum'at malam (17/4/2026) pukul 24.00 WIB, sehingga di hari sabtu saya akan langsung menyerahkan ke pihak majikan. Bagaimanapun juga kita seorang muslim harus bisa membayar hutang, karena hutang akan di bawa sampai mati. Kondisi ifat dan keluarga memang perlu mendapat bantuan dari teman teman semua", Luo Allena.
Meski demikian, pihak majikan tetap berharap adanya itikad baik dari keluarga Ifat dalam menyelesaikan tanggung jawab tersebut.
Setelah melakukan negosiasi, Ifat yang telah bekerja selama 14 tahun di Taiwan ini akhirnya di pulangkan ke Indonesia dengan didampingi oleh Lisa,Staff KDEI.
Kepulangannya yang cepat ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, melibatkan Yayasan Allena Humanity Project, Majikan, Agency, KDEI Taipei, BP3MI, Dinas Sosial Subang, Dinas Tenaga Kerja Subang,DPRD Daerah serta dukungan pemerintah pusat.
Penulis : PA
Editor : Redaksi

إرسال تعليق