Kadin DLH Kab.Madiun " Ini Diluar Prediksi Kami " Sosialisasi TPST Dusun Punjul Dolopo Berubah Jadi Demonstasi


Madiun Kabupaten. KlikMadiun.com - Penolakan rencana pembangunan Pemgolahan Sampah Terpadu atau  TPST di Dusun Punjul Kelurahan Bangunsari Dolopo Kab. Madiun, terus berlanjut. 


Hari ini Minggu 23/08/2026, sesuai undangan yang beredar  rencananya akan dilaksanakan sosialiasi tentang pengolahan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Madiun di Kelurahan Bangunsari Dolopo berubah menjadi demonstrasi yang dilakukan oleh warga RW 07.


Dengan  membawa sound system besar dan spanduk penolakan  ratusan warga yang mengendarai roda 4 dan roda  2 sebelum sampai di kelurahan berjalan mengelilingi  seluruh jalan di kelurahan Bangunsari sambil berorasi. 


Kemudian sesampai di Kelurahan Bangunsari suasana memanas, karena warga terus meneriakkan penolakan.


Melihat situasi yang tidak terkendali, acara sosialisasi dilanjut dengan mediasi. Perwakilan masing-masing RT di RW 07 diterima untuk menyampaikan aspirasi kepada Kepala DLH Kabupaten Madiun Zahrowi, Lurah Bangunsari Bambang Djatmiko, Kasatpol PP Kabupaten Madiun Imam Nurwedi, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun Hestu Wiradriawan, serta jajaran Polsek Dolopo.


Ketua RW 07 Dusun Punjul Mujiono menyampaikan seluruh warga Punjul semua menolak pembangunan TPST. Karena takut akan dampak dari pembangunan pengolahan sampah.



"Seluruh warga RW 07 menolak, kalau tetap dilanjutkan, kami akan datang dengan masa yang lebih banyak. Bahkan tidak hanya dusun Punjul, seluruh warga Bangunsari,  Dusun Pikatan dan Desa Banaran," ungkapnya.


"Terkait hasil mediasi malam itu belum menghasilkan keputusan final tentang rencana pengembangan maupun tuntutan penolakan warga," tandasnya.



Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Madiun M. Zahrowi mengatakan, sebenarnya acara malam hari ini sosialisasi terkait rencana pengembangan pembangunan TPST di Dusun Punjul Kelurahan Bangunsari Kecamatan Dolopo.


"Jujur Ini diluar prediksi kami, masa yang datang banyak sehingga materi sosialisasi secara otomatis tidak mungkin kita sampaikan," kata Zahrowi.


"Hasil mediasi tadi sudah kita record, dan secepatnya akan kita laporkan ke pimpinan. Petunjuk dan hasilnya seperti apa secepatnya juga akan kita sampaikan ke warga melalui lurah," jelasnya.


Diketahui proyek pembangunan pengembangan TPST di Dusun Punjul dibiayai oleh hibah dari World Bank dengan total anggaran berkisar antara 120 sampai 150 Milyar.


Rencananya TPST ini akan digunakan menampung sampah dari tujuh Kecamatan (Dolopo, Kebonsari, Geger, Dagangan, Kare, Wungu dan Jiwan) dengan asumsi sampah per hari kurang lebih 100 ton. (red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama