Orang Tua Murid SDN 1 Mejayan Bantah Permasalahan Bullying Sudah Selesai

Foto : SDN 1 Mejayan Kab. Madiun 


Madiun kabupaten. KlikMadiun.com - Setelah beberapa hari mencuatnya informasi pemberitaan dugaan kasus bullying di SDN 1 Mejayan, pada hari ini Senin, (12/10/2026)  di SDN 1 Mejayan salah satu orang tua yang menjadi korban perundungan atau bullying mendatangi sekolah.


Bukan tanpa alasan, berdasarkan surat undangan tanggal (08/10/3026) yang dilayangkan pihak sekolah kepada orang tua yang anaknya diduga menjadi korban perundungan agar datang ke sekolah untuk klarifikasi dan konfirmasi.


Marlan Anggrianto, salah satu orang tua yang anaknya menjadi korban bullying manyampaikan bahwa sebenarnya dirinya diminta datang ke sekolah hari Jumat (9/10/2026), akan tetapi dirinya tidak bisa hadir karena harus kerja di Surabaya.


Menurut Marlan, sesampainya dia di sekolah sudah menunggu Kasek SDN 1 Mejayan Sriatun, wali kelas, guru, Komite, perwakilan Dinas Pendidikan, Babinkamtibmas dan Babinsa.


"Kemudian saya dibacakan surat kesepakatan yang intinya tidak pernah terjadi adanya pemalakan terhadap anak saya. Akhirnya saya tolak yang point itu. Karena sebelumnya anak saya sudah dipertemukan dengan anak yang meminta uang kepada anak saya dan waktu itu uangnya sudah dikembalikan," ungkap Marlan. 


Selanjutnya, Marlan meminta pihak sekolah agar meminta maaf kepada orangtua dan masyarakat Madiun yang diunggah melalui media. Keinginan ini didasarkan karena sebelumnya Kasek Sriatun melalui pemberitaan sempat menyangkal tidak terjadi perundungan di SDN 1 Mejayan.


Namun permintaan Marlan tersebut oleh pihak sekolah tidak dapat dipenuhi.


"Alasan pihak sekolah tidak mau minta maaf melalui unggahan media karena kalau sekolah yang minta maaf berarti sekolah merasa kalah," tambahnya. 


Marlan mengaku heran, padahal dirinya sudah menjelaskan bahwa persoalan ini bukan masalah menang kalah, melainkan persoalan kebenaran.


"Justru kalau ditutup-tutupi akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap SDN 1 Mejayan", imbuhnya.


Masih menurut Marlan, dari perdebatan pada pertemuan tersebut, salah satu guru malah menyampaikan perbuatan perundungan sudah sering terjadi dan sudah menjadi hal biasa di SDN 1 Mejayan. 


"Hasil pertemuan hari ini menurut saya tidak ada artinya. Meski saya menandatangani kesepakan, akan tetapi belum membahas masalah substansinya terkait bullying. Lucunya permasalahan belum tuntas malah dari pihak sekolah membuat narasi di group WhatsApp orang tua dan memposting surat kesepakatan di Instagram bahwa permasalahan sudah selesai," tutupnya.


Sementara itu, Sriatun Kepala Sekolah SDN 1 Mejayan di hubungi melalui pesan  WhatsApp, hingga berita  ini diturunkan belum memberikan keterangan. ( Red/As)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama