Forkopinda Bakal Gelar Panggung Sambung Persaudaraan, Siapkah Musthofa Hadapi Kapolres Madiun ?

 




Klikmadiun.com  -  Forkopinda (Forum Koordinasi Pecinta Budaya) Madiun bakal menggelar aksi Sambung Persaudaraan pada Sabtu, 28 Oktober 2023 nanti.


Dalam gelaran tersebut akan ditampilkan aksi seni beladiri antara Musthofa yang akan berhadapan langsung dengan Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo.


Sambung Persaudaraan merupakan salah satu tuntutan dalam aksi lanjutan unjuk rasa Forkopinda sebelumnya. Dalam unjuk rasa Forkopinda menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya Kapolres Madiun melakukan penertiban bangunan ilegal atau tidak berijin di wilayah Kabupaten Madiun. Seperti yang telah dilakukan belakangan ini dengan merobohkan puluhan tugu lambang seni beladiri.


Forkopinda dengan tegas menyatakan dukungannya untuk perobohan tugu Pencak silat dan segala bentuk pelanggaran yang ada di wilayah Kabupaten Madiun. Mulai dari bangunan ilegal, perijinan yang tidak lengkap, setoran-setoran ilegal, pungli, mafia pupuk, mafia kasus, tempat hiburan ilegal, dan yang paling krusial adalah tindak kejahatan yang tergolong extra ordinary crime, yaitu korupsi.


"Kami setuju Madiun dibersihkan dari yang kotor, semua yang ilegal dirobohkan atau dialihfungsikan tapi ya jangan tugu saja dong. Jangan tebang pilih. Yang jelas-jelas merugikan keuangan negara tolong dibasmi. Tugu masalah apa to?" tandasnya saat dihubungi melalui telepon pada Rabu (25/10/2023).


foto : Musthofa,  Forkopinda 



Musthofa menambahkan bahwa Sambung Persaudaraan merupakan simbol jalinan silaturahmi antara Forkopinda yang berisi para pesilat lintas organisasi dan Kapolres Madiun untuk bersama-sama memerangi praktik-praktik nakal yang ada di wilayah hukum Polres Madiun.


"Betul, sambung persaudaraan adalah budaya Pencak Silat, dalam hal ini dapat dimaknai sebagai simbol kerjasama antara masyarakat dan Kapolres sebagai penegak hukum, bersama-sama membersihkan praktik-praktik yang melanggar hukum. Dan nanti kita lihat, siapa pelanggar hukum terbanyak," ujar Musthofa.


Di akhir pernyataannya, Musthofa berharap kedepan terdapat perubahan mindset dari para pesilat di Madiun dapat berperan nyata demi kepentingan masyarakat.


"Para pendekar harus dapat membantu penegak hukum membersihkan praktek yang melanggar hukum, mewujudkan peran nyata untuk bisa Memayu Hayuning Bawono", tutupnya.(klik-2)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama